PERLEBAHAN TRADISIONAL LEBAH STINGLESS/TANPA SENGA (TRIGONA SP ) OLEH SUKU KANI DI WESTERN GHATS , TAMIL NADU , INDIA (terjemahan bebas jurnal karya M Suresh Kumar , AJA Ranjit Singh & G Alagumuthu)

11 Jul

Indian Journal of Traditional Knowledge
Vol . 11 ( 2 ) , April 2012 , hlm 342-345

PERLEBAHAN TRADISIONAL LEBAH STINGLESS/TANPA SENGA (TRIGONA SP ) OLEH SUKU KANI
DI WESTERN GHATS , TAMIL NADU , INDIA

M Suresh Kumar1 , AJA Ranjit Singh1 * & G Alagumuthu2
1Jurusan Zoologi dan Advanced Bioteknologi , 2Department Kimia
Sri Paramakalyani College, Alwarkurichi – 627 412 , Tirunelveli Dist , Tamil Nadu , India
Email : ranjitspkc@gmail.com , chlorosuresh@rediffmail.com
Diterima 2009/12/31 ; direvisi 04.03.2011

Di India, lebah madu seperti Apis cerana dan Apis mellifera dipelihara untuk tujuan komersial.Lebah lainnya seperti lebah batu (Apis dorsata), lebah kecil (Apis Florea) dan lebah Dammer (Trigona sp) tidak dijinakkan karena sifat Ekofisiologi mereka. Namun, suku-suku Kani yang tinggal di daerah- daerah Karayar di Kalakad-Mundanthurai Tiger Reserve (KMTR), Bagian Barat Ghats telah mengembangkan metode baru untuk membesarkan lebah Dammer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami keterampilan tradisional suku Kani memelihara lebah stingless ( Trigona sp.) yang tidak digunakan untuk memelihara lebah biasa. Penelitian ini juga penting untuk mengembangkan strategi komersial yang ada saat ini untuk mendapatkan madu (madu obat) dari Trigona sp.Temuan dari penelitian ini akan membantu melestarikan seni memelihara lebah stingless dan memperkenalkan teknik modern untuk memanen madu murni, bersih dan tidak terkontaminasi menggunakan modifikasi berbagai praktek alami Lebah stingless. Madu yang diproduksi oleh lebah Dammer merupakan obat mujarab untuk berbagai penyakit manusia. Suku Kani telah menggunakan tiang bambu sebagai sarang lebah untuk mempertahankan sifat spesies Lebah ini sebagai Trigona irredipensis. Lebah Dammer membangun suatu tipe sisiran yang menarik terbuat dari propolis dan mud, dan sekitar 600 – 700gm madu yang dapat dikumpulkan per tahun per sarang. Karena nilai farmakologisnya yang tinggi, maka madu yang dikumpulkan dari sarang lebah ini dijual seharga Rs.1000/Kg.

Kata kunci : Pemeliharaan lebah , Trigona sp., suku Kani, sarang lebah dari tiang Bambu, lebah Dammer, Lebah stingless

IPC Int Cl.8 : A01K 47 / 00 , A01K 51 / 00 , A01K 59 / 00 , A01K 59 / 06

Asia memiliki jumlah fauna lebah yang lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah biogeografis yang lain serta keragaman yang lebih rendah dibandingkan wilayah Neotropik, tetapi dalam hal kelimpahan sosial lebah (Apoidae : Apidae) adalah yang paling banyak terdapat dalam spektrum pollinator1, 2. Madu merupakan produk obat yang kaya energi yang dihasilkan oleh berbagai spesies lebah madu. Lebah madu terdiri dari Lebah bersengat/stinged bee dan lebah tanpa sengat/ stingless bee. Biasanya madu diperoleh dari spesies Apis dorsata, Apis Florea, Apis cerana dan Lebah Italia, Apis mellifera. Karena Apis dorsata adalah lebah liar yang hidup di batu dan tidak dapat dijinakkan, maka para peternak lebah memelihara Apis cerana dan Apis mellifera 3-5. Masyarakat Tribal
yang tinggal di Barat Ghats berhasil memeliharalebah stingless yang tidak dapat dipelihara dalam sarang lebah modern yang biasa digunakan. Lebah stingless berukuran kecil (beberapa mm) dan merupakan spesies asli yang bersarang di antara batu-batu, dinding tua, pohon mati dan rongga pohon, mereka tersebar secara luas di daerah tropis dan wilayah beriklim sedang di seluruh dunia 6,7. Suku-suku Kani menggunakan sarang lebah yang sangat khas untuk memelihara lebah ini, yang biasanya liar. Madu yang dihasilkan oleh Trigona sp memiliki sifat farmakologis yang tinggi dan memiliki permintaan pasar yang sangat baik. Harga madu ini sekitar 20 kali lebih mahal daripada madu yang dihasilkan oleh lebah lainnya. Oleh karena itu pada penelitian ini, telah dilakukan upaya untuk mempelajari teknologi yang digunakan oleh suku-suku Kani untuk membesarkan Trigona sp.

Metodologi
Metodologi yang digunakan oleh suku-suku Kani untuk memelihara lebah stingless dipelajari secara rinci. Untuk mempelajari lebah stingless, dilakukan observasi berkala pada tiga pemukiman suku Kani (Kanikudiyiruppu, Mayilar dan Periyamayilar) di Karayar daerah Kalakad-Mundanthurai Tiger reserve (KMTR) wilayah Barat Ghats. Kalakkad-Mundanthurai Tiger reserve berada pada Kabupaten Tirunelveli, Tamil Nadu. Daerah ini terletak antara lintang 8 ° 25′ dan 8° 53′ N dan bujur 77° 10′ dan 77 ° 35’E. Untuk mendapatkan informasi dan mempelajari seni tradisional memelihara Lebah, enam keluarga diwawancarai. Izin diperoleh dari suku ini setelah berkonsultasi dengan Kepala Desa
(Mootukani). Suku Kani di hutan merupakan salah satumasyarakat primitif yang menetap di daerah ini. Terdapat lima permukiman suku di daerah ini (Servalar, Kanikudiyiruppu, Mayilar, Periyamayilar dan Inchikuzhi). Sesuai hasil kesepakatan, beberapa keluarga suku Kani memelihara koloni Trigona di rumah mereka. Namun, ada seseorang bernama Mr Sankar Kani yang telah memelihara lebah ini selama lebih dari 30 tahun. Berbagai karakteristik teknologi yang mereka gunakan untuk memelihara Trigona sp dipelajari secara rinci.

Trigona irredipensis adalah lebah madu liar umum di daerah Ghats Barat . Madu yang disimpan oleh serangga ini adalah obat yang sangat mujarab. Karena madu yang dihasilkan sedikit dan keberadannya di alam liar, Trigona sp tidak dipelihara untuk tujuan komersial. Namun, suku Kani telah mengembangkan beberapa teknologi adat untuk memelihara lebah ini dan menjual madunya dengan harga yang baik.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Sarang lebah alami dari Lebah stingless.

 

Biasanya lebah stingless membangun sarang mereka di batang pohon, kayu, celah-celah dinding (Gambar 1) dan di bawah ataptempat tinggal. Lebah stingless mencampurkan resin tanaman dengan lilin untuk membangun pintu masuk sarang dan juga membungkus bagian luar sarang dengan resin untuk melindunginya dari mereka musuh seperti semut dan tawon. Mayoritas lebah ini lebih memilih pohon jati untuk membangun sarang mereka. Pohon jati dapat mempertahankan suhu dan kelembaban pada tingkat optimal, sehingga lebih memilih pohon jati (Tectona grandis.Linn.f). Secara alamiah,susunan sarang lebah ini sangat aneh. Sarang ini sama sekali berbeda dari sarang lebah madu yang lain. Fitur unik dari sarang ini adalah pengaturan multilayernya. Dalam sarang terdapat ruang-ruang yang berbeda yang diatur dalam urutan sebagai berikut, yaitu ruang penyimpanan pollen (ruang makanan), ruang penyimpanan madu dan ruang bertelur. Sisiran dibangun dalampola horizontal atau vertikal dalam batang pohon. Keempat ruang saling berhubungan dan lebah masuk melalui lubang tunggal. Lebah Stingless biasanya membentuk kawanan sekali dalam satu tahun (Juni-Juli) dan selama periode tersebut sarang mereka menghilang dari pohon-pohon.

Mereka menggunakan berbagai perekat yang dikumpulkan dari berbagai tanaman dalam bentuk resin (propolis) untuk membangunsarang. Propolis dikumpulkan dari Kongu,Nangu, pohon mangga, nangka dan mayilamaram. Resin bersifat kaku dan setengah padat. Pakan utama lebahmeliputi: Thottal vadi (Mimosa pudica), Thumbai(Leucas aspera), Tirnirupachai (Ocimum sanctum) dan Tridax procumbents, dll. Mereka tinggal di kompleks koloni. Sebuah koloni umumnya berisi lebah ratu, lebah pejantan dan lebah pekerja.

Dua masalah utama dalam membudidayakan lebah stingless ketika memindahkannya dari sarang tradisional ke sarang modern adalah mereka sering melarikan diri atau lebah membangun sisiran di antara frame dan bagian dalam kotak sarang lebah. Karena itu, suku Kani telah mengembangkan suatu teknologi untukmemelihara lebah ini dengan sukses.

Sarang lebah tradisional yang dikembangkan oleh suku Kani

Kani Kudieruppu adalah daerah yang dihuni oleh suku Kani. Lebih dari 50 tahun masyarakat Kanikar di Western Ghats berlatih beternak lebah Trigona. Metode beternak yang dipakai jarang dan tidak biasa dilakukan oleh suku-suku lain di India. Berikut ini adalah deskripsi metode yang digunakan oleh suku Kani.

Metode pemeliharaan Trigona sp oleh suku Kani

Trigona irredipensis dipelihara dalam batang berongga pohon bambu. Batang bambu dengan diameter 30-35 cm dipilih. Panjang sarang bambu adalah 80-85 cm. Batang bambu dibagi menjadi
dua bagian dan kedua bagian disatukan erat-erat denganbantuan tali. Batang bambu yang disatukan memiliki celah sempit di tengah untuk tempat masuknya lebah. Kedua ujung batang bambu disegel. Salah satu ujung yang tersegel dibuka kemudian pindahkan ruangan bertelur ke dalam batang bambu. Setelah 2 jam, koloni menetap sepenuhnya di dalam tiang bambu dengan baik. Log bambu ditutup dan diikat dengan tali di kedua tepi dan akhirnya ujungnya disegel. Tiang bambu berisi lebah tersebut dibawa ke rumah dan diikat di bawah atap pondok (Gbr.2). Lebah dalam bambu mulai bergerak ke luar melalui celah sempit yang tersisa di tengah. Perlahan-lahan lebah membuat jalan masuk (Gbr.3) dengan menggunakan resin (propolis) yang dikumpulkan dari pohon-pohon dan lilin mereka. Lebah hidup dalam koloni yang kompleks. Sebuah koloni umumnya mengandunglebah ratu, lebah pejantan dan lebah pekerja (Gbr.4). Di bulan Juni-Juli (South West Monsoon season), lebah menyimpan madu secara maksimal. Sebuah koloni tunggal menghasilkan 600-700gm/tahun. Ketika sarang bambu sarat dengan madu, suku membuka tiang bambu (Gbr.5). Dalam sarang lebah tiga ruangan (ruang bertelur, ruang penyimpanan pollen (gudang makanan) dan ruang penyimpanan madu) saling berhubungan (Figs.6 & 7). Dari dalam sarang, suku ini mengeluarkan ruang penyimpanan madu saja (tidak seperti sisiran heksagonal) dihancur dalam kain putih, disaring dan dimasukan ke dalam botol . Madu yang dihasilkan memiliki warna, bau dan rasa yang berbeda. Komponen-komponen madu tersebut berbeda dengan madu yang diperoleh dari lebah lainnya. Madu ini sangat berkhasiat dan memiliki permintaan pasar yang baik. Lebah stingless juga bertindak sebagai pollinator/penyerbuk yang penting.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar. 1Sarang lebah di celah-celahdinding; Gambar. 2Sarang bambu di bawahatappondok; Gambar. 3Pintu masuk lebah dalam sarangbambu; Gambar. 4 Kastalebah yang berbeda; Gambar. 5Kanikarmembukatiangbambumenjadi dua bagian; Gambar. 6Tigaruangansaling berhubungan dalamsarangbambu; Gambar. 7 PengaturanMultilayerdisarang bambu

 

 

Metode tradisional untukmenjinakkanlebahliar ini sangat menarikdanini dapat direkomendasikanuntukpemerintahdan lembaganon-pemerintah lainnya untuk diikuti. Metode ini juga akan membantumelestarikanlebahstingless yang terancam punah.

Kesimpulan
Orang-orang suku Kani menggunakan sarang bambu untuk memelihara lebah stingless. Sarang lebah buatan dibuatdari ruas tiang bambu. Dalam rongga tiang, lebah diperbolehkan untuk membangun koloni. Diamati bahwa sarang lebah membangun memiliki multilayer pengaturan; yaitu. ruang pollen (gudang makanan),ruang penyimpanan madu dan ruangan bertelur yang teratur susunannya dari bawah ke atas. Pada koloni tunggal buatan ditemukan bahwa sarang lebah bambu mampu menghasilkan madu sebanyak 600-700gm/tahun. Metode tradisional pemeliharaan lebah stingless liar ini benar-benar menarik. Pentingnya penelitian ini adalah untuk menyoroti seni membesarkan lebah stingless oleh orang-orang suku Kani dan mengembangkan sebuah Metode peternakan lebah modern dengan memodifikasi teknologi yang ada. Madu yang dikumpulkan dari sarang ini dijual dengan harga yang baik. Suku Kani memelihara sarang ini di bawah atap rumah mereka. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tepat dalam pemeliharaan lebah tradisional ini akan membantu menghasilkan jumlah madu yang memiliki nilai obat farmakologi yang tinggi sehingga masyarakat suku Kani dapat meningkatkan pendapatan mereka. ini akanmenjadi pilihanmata pencaharianyang baik bagi banyak masyarakat pedesaan. Sukupercaya bahwamadulebahstingless dapat menyembuhkanbanyak infeksidan merupakanmakananmenyapihuntuk bayi. Penelitian lebih lanjutterhadap khasiat pengobatan madu danpropolis yangdikumpulkan darisarang lebahiniakanmembantu untukmenemukan solusibagi banyakpenyakit.

%d bloggers like this: